100 Peserta Tamasya Al Maidah Jaga Tiap TPS saat Pencoblosan

100 Peserta Tamasya Al Maidah Jaga Tiap TPS saat Pencoblosan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat warga Jakarta akan menggunakan hak pilihnya pada tanggal 19 April 2017 mendatang, agenda Tamasya Al Maidah digelar. Sebanyak 1,3 juta orang diprediksi akan ikut perhelatan tersebut.

Ketua Panitia Tamasya Al Maidah, Ansufri Idrus Sambo atau Ustaz Sambo menyebut saat 'Tamasya Al Maidah' nanti setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta akan dikawal minimal 100 orang peserta.

Jumlah TPS di Jakarta pada Pilkada DKI Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 putaran kedua, adalah sebanyak 13.023 TPS, untuk mengakomodir 7.218.280 orang pemilih.
"Inshaallah 1,3 juta (orang) akan datang, mungkin bisa lebih," ujarnya Kepada wartawan usai konferensi pers di Masjid Al Ittihad, Jakarta Selatan kemarin.

Sebanyak 100 orang yang mengawal setiap TPS di Jakarta akan ikut memantau jalannya pesta demokrasi itu, dan tidak akan mengintimidasi atau ikut mempengaruhi hak pilih masyarakat.
Ustaz Sambo menyebut mereka datang untuk mengantisipasi jika terjadi kecurangan.

"Kita ingin melihat-lihat, Jadi tidak perlu merasa khawatir. Masa melihat-lihat tidak boleh? Kita silaturahmi masa tidak boleh, jadi tidak usah dikhawatirkan," katanya.

Jika memang ada kecurangan di TPS yang dikawal, peserta Tamasya Al Maidah akan mengambil gambar atau melakukan hal lain untuk mengumpulkan bukti, kemudian akan melaporkan kecurangan tersebut dengan bermodal bukti yang ada.

Setiap seratus orang yang ikut mengawal TPS sebagiannya adalah warga Jakarta, yang mengawal TPS-nya sendiri.

Warga Jakarta yang ikut mengawal TPS-nya itu akan disebut sebagai Anshor, dan yang datang akan disebut sebagai Muhadjirin, yang akan disambut oleh Anshor.

Peserta Tamasya Al Maidah adalah orang-orang yang sudah terdaftar melalui berbagai macam fasilitas yang disediakan panitia, termasuk melalui aplikasi bernama Tamasya Al Maidah.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyusup.

"Yang datang nanti orang-orangnya kenal, kalau ada yang tidak kenal, itu penyusup. Mereka juga akan menggunakan tanda pengenal," katanya.

sumber : tribunnews